4 Model Fulfillment Dalam Bisnis E-commerce yang Biasa Dilakukan Pebisnis

4 Model Fulfillment Dalam Bisnis E-commerce yang Biasa Dilakukan Pebisnis

Tampaknya, keberadaan pandemi ini tidak menyurutkan perkembangan di dunia bisnis e-commerce. Meroketnya bisnis e-commerce juga pastinya membawa angin segar pada jasa third party seperti jasa fulfillment Medan. Ngomong ngomong soal fulfillment, tahukan anda apa saja model bisnis yang biasa dilakukan oleh pelaku e-commerce? Yuk simak selengkapnya!

Sekilas Tentang E-commerce

Keberadaan layanan digital dalam berbagai sektor atau sendi kehidupan manusia terbukti mempermudah segalanya. Proses yang awalnya rumit juga semakin gampang. Bukan hanya konsumen, namun pemilik bisnis pun dapat melakukan semuanya dengan lebih praktis. Bahkan bisnis retail pun saat ini tidak luput dari internet dan mulai mengembangkan sayapnya dengan e-commerce.

Tidak heran jika pada akhirnya pihak ketiga seperti jasa fulfillment Indonesia ikut berkembang dengan pesat. Hingga pada akhirnya, orang orang yang mendengar kata e-commerce selalu disangkut pautkan dengan layanan fulfillment. Tipe bisnis e-commerce pun sangat beragam, mereka adalah B2B, B2C, C3C, C3B, dan administrasi publik e-commerce.

Tipe revenue nya juga sangat beragam, yaitu dropship, wholesaling, private label dan manufacturing, white labeling, dan subscription e-commerce. Ternyata, setiap jenis revenue ini dapat dibantu dengan keberadaan jasa warehousing dan fulfillment. Mereka menjadi pihak yang memiliki tugas untuk menghandle sebagai dari proses supply chain yang berjalan.

Model Fulfillment Dalam E-Commerce

1. Dropshipping

Dropshipping mulai booming setelah adanya bisnis yang dapat dilakukan hanya dengan ponsel atau gadget saja. Apalagi keberadaan fulfillment Medan semakin membuat semuanya menjadi mudah. Dropshipping ini memungkinkan anda sebagai penjual tidak melakukan proses stok barang. Model ini sangat sederhana karena seluruh inventarisnya diurus oleh supplier.

Anda sebagai dropshipper hanya perluri memesan pada supplier jika ada orderan yang masuk dari konsumen. Setelah itu, barang akan langsung dikirim dari gudang yang menjadi mitra supplier. Jika prosesnya seperti itu, maka anda sebagai penjual tidak perlu menyimpan apapun di dalam rumah. Cukup pasarkan produk dengan giat dan semuanya pun langsung beres.

Meskipun banyak keunggulan, namun anda juga perlu tahu bahwa sistem ini memiliki beberapa kekurangan. Satu yang paling utama, anda tidak memiliki kendali atau pengiriman dan fulfillment. Tidak menutup kemungkinan jika pihak supplier melakukan kesalahan dan mengecewakan konsumen anda. Padahal, anda sedang susah payah mempertahankan kepercayaan mereka

Selain itu, anda yang tidak memiliki stok atau persediaan apapun, juga tidak dapat mengetahui dengan pasti bagaimana ketersediaan barang dari pihak supplier. Akan sangat disayangkan jika anda getol memasarkan produk yang stoknya sudah menipis. Pada akhirnya, orderan yang masuk sudah banyak namun kapasitas dari supplier lah yang kurang.

2. Wholesaling Dan Warehousing

Sistem bisnis lainnya yang juga dapat dibantu oleh jasa fulfillment Medan adalah Wholesaling dan warehousing. Sistem ini memerlukan banyak investasi di bagian awal. Para pelaku bisnisnya pun harus pintar melakukan management stock agar barang yang ada di dalam gudangnya terdapat dengan baik. Mereka pun dapat mengatur pengiriman pesanan hingga tuntas.

Dibandingkan dengan menjual produk pada konsumen yang membelinya secara eceran atau satuan. Pebisnis wholesaling lebih sering mendapatkan orderan dari pebisnis lain. Pesanan ini tentunya dalam jumlah besar dan memberikan untung yang tinggi. Hanya saja penjual wholesaling tidak dapat leluasa memberikan harga karena harus ada margin dengan eceran.

Jika anda memiliki ketertarikan untuk membuka bisnis semacam ini, ada banyak hal yang harus dipikirkan. Salah satu yang paling utama adalah gudang atau tempat penyimpanan barang. Sayangnya, membeli gudang secara mandiri adalah hal yang rumit dan memerlukan biaya yang besar. Oleh karena itu, pebisnis wholesaling banyak yang menggunakan jasa pergudangan.

Mereka pun biasanya ikut mengambil layanan lengkap dari jasa fulfillment service Surabaya, sampai pada tahap akhir yaitu pengiriman produk. Dengan begitu, pebisnis hanya perlu memikirkan cara memasarkan produknya agar lebih baik. Fulfillment Medan pun juga akan melakukan pelaporan management stok secara real time.

3. Private Label Dan White Label

Anda yang masih baru dengan dunia e-commerce mungkin merasa bingung, apa yang dimaksud dengan private label dan white label. Kedua istilah ini digunakan sebagai sebutan yang mengacu pada produk yang di rebranding oleh retailer. White label sendiri merupakan produk yang dibuat oleh pabrik yang disalurkan kepada beberapa retailer.

Contoh dari skema white label, ini misalnya adalah ada sebuah pabrik yang memproduksi sebuah sampo. Kemudian sampo ini dijual pada 10 retailer berbeda. Nantinya, para retailer menambahkan sedikit sentuhan khasnya dan memberikan brandingnya sendiri. Setelah itu, produk yang telah di rebranding akan dipasaran sebagai produk eceran di pasaran.

Produk yang telah dideferensiasi inilah yang kemudian disebut dengan private label. Artinya, produk tersebut sudah menjadi hak eksklusif dari retailer yang menjualnya. Mereka bebas memodifikasi produk ini sesuai dengan standar dan strategi branding yang digunakannya. Tidak heran jika pada akhirnya produk ini diberi label, nama, dan identitas brand yang lain.

Ada kalanya para retailer memanfaatkan jasa warehousing dan fulfillment untuk menyimpan barang yang sudah layak dipasarkan. Fulfillment Medan dapat menghemat pengeluaran biaya karena membangun gudang membutuhkan budget yang lebih besar. Apalagi jika pihak retailer masih dalam tahapan pemula, pasti akan sangat sulit untuk menanggungnya.

Subscription E-Commerce

Subscription e-commerce digunakan untuk menyebut bisnis dengan model berlangganan. Pebisnis yang mengambil jalur ini akan memberikan penawaran kepada konsumen untuk berlangganan kepada produk yang dijualnya. Kebanyakan pelanggan yang mengambil layanan ini merasa puas karena mereka tidak perlu melakukan pemesanan berulang kali.

Konsumen hanya perlu memesan satu kali, dan nantinya produk akan langsung dikirim secara teratur ke gerai atau toko yang klien miliki. Barang barang tersebut pun, bisa diambil dari gudang yang disediakan oleh jasa fulfillment. Hal ini wajar, karena kebanyakan pebisnis yang bergerak di bidang ini, menggunakan gudang fulfillment serta layanan pengantarannya agar lebih praktis.

Pemilik bisnis yang menggunakan jasa fulfillment service Medan hanya perlu memberikan jadwal pengiriman. Nantinya, mereka lah yang akan membantu proses tersebut hingga tuntas. Pada akhirnya, pemilik bisnis bisa fokus untuk menghandle berbagai permasalah lain yang ada di dalam supply chain hulu. Beberapa contoh permasalah tersebut adalah terkait dengan proses produksi.

Namun dalam memilih jasa fulfillment Medan, para pebisnis pun tidak boleh asal asalan. Banyak sekali hal hal yang harus diperhatikan agar mendapatkan layanan yang prima dan sesuai dengan budget dan kebutuhan. Hal tersebut penting untuk dilakukan, karena kesalahan pada jasa fulfillment akan berpengaruh buruk pada bisnis yang dijalankan.

Itulah beberapa informasi terkait dengan metode fulfillment yang biasa dilakukan oleh para pengusaha. Semuanya dapat berjalan dengan lancar dan terus bekrmebnag melalui keberadaan e-commerce. Sudah sepatutnya para pengusaha terus mengikuti perkembangan jaman agar produk yang dipasarkannya tidak kalah saing dengan produk lain.

Comments are closed.